Cerpen Anak- Luli dan Siput Ajaib

 

Luli dan Siput Ajaib

Niken Yuni Astuti



https://www.bing.com/images/create

 

Sebuah desa kecil yang terletak diantara lembah dan pegunungan menjulang tinggi, dengan warna hijau lebat yang memberikan latar belakang menakjubkan. Di tengah desa itu terdapat danau yang tenang, airnya yang jernih memantulkan cahaya dan bayangan dari langit. Pemandangan danau ini sangat memanjakan mata bagi siapapun yang melihatnya. Rumah-rumah warga terbentang di sepanjang tepian danau dan dikelilingi taman yang asri. Pepohonan yang rindang dan kicauan burung di pagi hari, memberikan keteduhan yang nyaman bagi penduduk desa.

 

Desa dengan keindahan alam yang mempesona, hiduplah seorang gadis kecil bernama Luli. Gadis itu tinggal bersama dengan neneknya kedua orangtuanya telah lama meninggal dunia, sehari-hari Luli membantu nenek di ladang dan mencari kayu dihutan untuk menghidupi mereka  sehari-hari. Hasilnya memang tak seberapa akan tetapi Luli selalu bersyukur karena bisa makan dan hidup dengan damai bersama neneknya.

 

Pagi ini tak seperti biasanya, Luli pergi ke hutan mencari kayu bakar seorang diri karena neneknya tengah sakit. Sembari menandungkan sebuah lagu Luli berjalan dengan penuh semangat menikmati sekeliling jalanan desa yang  masih dipenuhi dengan tumbuhan hijau. Matahari masih tampak malu-malu untuk menampakkan kilauan cahayanya, udara yang masih lembab dan tetesan embun yang menjatuhkan diri ke daun.

 

“Aduh!” Luli terjatuh ke tanah akibat tersandung sesuatu di bagian kakinya. Ada yang sebuah tali yang sengaja dipasang sehingga membuat siapapun yang melewatinya terjatuh ke tanah.

 

“Hahahaha kasihan deh jatuh semua!” Tiga orang anak tertawa terbahak-bahak melihat Luli terjatuh dan barang belanjaannya berserakan. Ternyata itu Riko, Sasa, dan Bona yang akrab dipanggil sebagai  Riko CS, mereka bertiga terkenal sebagai pembuat onar di desa ini.

 

“Lihat lumpur semua di badannya, hahaha!” sahut Bona sembari tertawa melihat penampilan Luli yang dipenuhi dengan lumpur.

 

“Riko, Sasa, Bona, kalian bertiga keterlaluan!” Teriak Luli menatap marah mereka bertiga, ia bangkit sembari  membersihkan bajunya yang terkena lumpur. 

 

Astaga! barang belanjaan Luli berserakan di atas tanah, sebagai terkena lumpur bahkan telur yang berjumlah 8 butir hanya tersisa 1 butir saja yang selamat sisanya pecah. Meskipun dirinya selalu dijahili Riko CS tapi hari ini mereka benar-benar keterlaluan. Luli memunguti barang belanjaan miliknya.

 

“Hahaha, Lilu kan tidak memiliki teman jadi tidak usah, ayo kita pergi saja!” ujar Sasa mengajak kedua temannya untuk pergi, berlari meninggalkan Luli yang tengah memunguti barang belanjaan.

 

“Hei! kemana kalian akan pergi, kalian harus ganti rugi!” Luli ingin sekali mengejar Riko CS dan meminta mereka untuk mengganti semua barang belanjaannya yang terkena lumpur, tapi apa daya Luli tidak bisa berlari secepat mereka karena  kaki sakit akibat terjatuh. 

 

“Apa yang harus aku katakan kepada nenek, semua telur pecah dan hanya tinggal 1 butir saja, ” lirih Luli melihat sebutir telur digenggamannya.

 

Luli memandang telur itu dengan raut muka sedih, apa yang akan ia katakan kepada neneknya melihat barang belanjaan terkena lumpur semua, apakah ia akan kena marah neneknya jika membawa bahan belanjaan ini?

 

“Luli tolong aku!”

 

“Astaga! Siapa disana?” Luli terkejut bukan main mendengar namanya dipanggil, ia celingukan mencari sumber suara, jalanan yang sepi membuat Luli takut. 

 

“Aku disini Luli, di bawah.”

 

“Dimana?” Luli mengedarkan pandangannya ke bawah, yang ia lihat hanyalah seekor siput berwarna coklat yang memancarkan cahaya keemasan sedang dalam posisi terbalik.

 

“Iya ini aku, tolong bantu aku.” Luli dengan cepat membalikkan ke posisi sebenarnya, ia mengangkat siput itu ke atas telapak tangannya sembari terus mengamati. Jangan-jangan siput ini ajaib! batinnya dalam hati.

 

“Oh jadi kamu yang tadi memanggil namaku dan meminta tolong?”

 

“Iya benar aku yang memanggil kamu, terima kasih sudah menolongku.”

 

“Baru kali ini aku melihat seekor siput dapat berbicara, apakah kamua siput ajaib?”

 

“Ya benar aku adalah siput ajaib namaku adalah Zoro!”

 

“Oh Hai! Zoro namaku adalah Luli,” balas luli sembari tersenyum kearah Zoro, apabila dilihat lebih dekat Zoro agak berbda dengan siput lainnya dari segi warna Zoro agak lebih coklat keemasan yang dapat menarik perhatian bagi siapa saja yang melihatnya.

 

“Karena kamu sudah membantuku maka aku akan membantu kamu mengembalikan dan mengangkat barang belanjaan milikmu,” ucap Zoro sembari tersenyum menatap kedua mata Luli.

 

“Zoro, aku benar-benar terkejut dengan keinginanmu untuk membantuku mengembalikan barang-barang belajar yang terkena lumpur ini. Tapi, maaf, aku masih agak ragu. Kamu terlalu kecil untuk mengangkat barang-barang belanjaan itu?” tanya Luli menatap ragu melihat badan Zoro yang terlalu kecil itu.

 

“Coba lihat!” Zoro mengeluarkan sedikit cahaya ajaib dari tubuhnya dan barang-barang belajar itu mulai bergerak perlahan-lahan menuju tempat semula. Beberapa telur yang pecah itu kembali menjadi bulat sempurna. Luli kaget melihat kejadian itu, apakah ia sedang bermimpi?

 

“Wah, luar biasa! Kamu benar-benar memiliki kekuatan ajaib,” ucap Luli menatap takjub apa yang ia lihat.

 

“Ya, aku mungkin kecil tapi aku punya keajaiban sendiri. Selalu ada cara untuk membantu meski dengan cara yang berbeda dari yang kamu bayangkan!”

 

“Terima kasih, Zoro. Aku merasa bersalah karena meragukanmu.”

 

“Tak apa, Luli. Yang penting sekarang, barang-barang belajarmu sudah kembali bersih.”

Luli sangat senang sekali berkat bantuan dari Zoro barang belanjaannya bersih seperti semula, Baju yang ia pake kembali bersih dari noda lumpur. Akhirnya Luli membawa Zoro pulang ke rumah, sejak hari itu ia tak lagi kesepian, ia memiliki teman bernama Zoro, Siput ajaib.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Puisi Doa Karya Chairil Anwar

RESENSI NOVEL LAUT PASANG 1994

SINOPSIS DAN ANALISIS AYAHKU BUKAN PEMBOHONG KARYA TERE LIYE