Resensi Cerpen 9 dari Nadira
RESENSI CERPEN 9 DARI NADIRA KARYA LEILA S. CHUDORI
“Aku tak bisa membayangkan gelapnya duniamu, Nadira. Tapi Kami semua menemanikamu…”
Identitas Cerpen
Judul Cerpen : 9 Dari Nadira
Nama Pengarang : Leila S. Chudori
Penerbit : PT Gramedia
Cetakan Pertama : 2009
Tebal Buku : 302 Halaman
Genre
: Fiksi Psikologi
Ø Sinopsis
Cerpen 9 Dari Nadira Karya Leila S. Chudori
Cerpen 9 dari Nadira karya Leila S.
Chudori merupakan kumpulan cerpen yang dikemas menjadi satu, menceritakan 9 bab
kehidupan Nadira sebagai pemeran utama. Dimana kisahnya berawal saat menemukan
ibunya tewas bunuh diri di lantai rumahnya. Kematian Ibunya, Kemala Yunus yang
dikenal sangat ekpresif, berpikiran bebas dan selalu bertarung mencari diri
sungguh mengejutkan. Kepergian Ibunya membawa
misteri besar yang belum terpecahkan bagi Nadira. Nadira memiliki dua orang kakak yaitu
Yu Nina dan Kang Arya, namun hubungan dengan Kakak pertamanya yaitu Nina tidak
berjalan dengan baik, Nadira membenci
kakak pertamanya itu karena tukang
pengadu, Bermula sewaktu mereka masih
kecil Nadira dan Nina tidak saling suka dan saling berebutan. Sepenggal cerita
pada saat Nina mencurigai Nadira mencuri karena memiliki banyak uang, padahal
uang itu adalah hasil jerih payahnya menulis buku, dan dengan teganya Nina
menceburkan kepala Nadira ke dalam jamban berisi air kencing. Mungkin Nadira
masih bisa bertahan dengan aroma kencing yang mulai masuk kedalam hidupng dan
mulutnya. Tetapi ia tak bisa tahan rasa sakit dan perih rambutnya yang ditarik
oleh Nina. Puncak ketidak sukaan Nadira
pada saat ingin membuka pintu lemari untuk menyimpan barang kesayangannya namun
tidak di perbolehkan karena Nina mengklaim bahwa lemari itu adalah miliknya dan
tidak ada yang boleh merusak atau menyimpang barang orang lain. Nadira dan Nina
saling bertengkar tidak lama sebuah petasan tidak sengaja masuk dan
menghancurkan lemari itu, karena sangat marah Nina mengadukan hal itu kepada
orangtuanya. Sehingga berujunglah Arya,
kakak keduanya dihukum untuk tidak boleh main petasan seumur hidup dan tidak
boleh keluar dari rumah, Nadira yang melihat semua itu merasa bahwa semua
kejadian murni karena ketidaksengajaan Arya dan merasa bahwa hukuman yang
diberikan tidak adil. Sejak itulah
kebencian Nadira tumbuh dan selalu menghindari Kakaknya.
Cerita ini mungkin agak membingungkan bagi
pembaca awam karena alurnya kadang maju dan mundur. Dimana pada bab awal
menceritakan Nadira yang masih belum merelakan ibunya yang tewas begitu saja.
Diantara kebanyakan orang meninggal pasti menggunakan bunga mawar tetapi karena
Ibunya sangat menyukai bunga Seruni,
dengan keras kepala Nadira ingin mencarikan seikat Seruni untuk terakhir
kalinya sebelum ibunya di makamkan. Kemudian pada bagian bab selanjutnya menceritakan kehidupan Ayah Ibunya yaitu
Bramantyo dan Kemala Yunus saat tinggal di Amsterdam kisah awal mereka
menikah dan lahirlah Nina, Arya dan
Nadira. Dalam Cerpen 9 dari Nadira, Leila S. Chudori mengajak para pembacanya untuk mencari
kepingan-kepingan Puzzel kehidupan Nadira. Kisahnya berlanjut setelah tiga
tahun pepergian Ibunya, dirinya menjadi
seorang wartawan yang sangat profesional. Namun dibalik itu semua dirinya
hanyalah sorang anak yang mencoba untuk
keluar dari masa lalunya, tragedi ibunya bunuh diri seolah menjadi luka yang
sangat mendalam dan menjadi bayang-
bayang dalam kehidupannya. Berbagai cara ia lakukan untuk menghadapi trauma di
masa lalunya, ganguan tidak bisa tidur yang ia alami hanya dapat ia atasi di
bawah kolong meja. Tiga tahun setelah kematian ibunya, Nadira
memperlakukan kolong bawah mejanya
sebagai ruang pribadi. Semua buku, sepatu, lembaran Investigasi berserakan di
bawah meja, seperti seorang gembel yang berurusan dengan rumahnya di bawah
jembatan. Utara Banyu sahabatnya yang selalu setia bersama, tidak bisa bebuat
apapun, pria yang diam-diam jatuh hati dan merasa sangat kasihan kepada Nadira
ingin sekali membantu Nadira untuk keluar dari trauma namun bingung segala cara
telah ia lakukan selalu tidak membuahkan hasil.
Bab kehidupan selanjutnya saat Nadira yang
tiba-tiba saja memutuskan menikah dengan seorang leki-laki bernama Niko.
Pertemuan yang singkat keduanya mampu membawa kejenjang pernikahan. Utara Banyu
tidak bisa berbuat apa-apa untuk memperjuangkan cintanya, perempuan yang selama
ini ia jaga dan lindungi lebih memilih orang lain dan menganggapnya hanya
sekedar teman. Namun 2 tahun membina rumah tangga, nyatanya Nadira tidak pernah
tau luar dalam kehidupan Niko. Pekerjaanya, kepribadianya, maupun hal-hal yang
di sukai Niko, mereka seolah-olah dua orang asing yang hidup dalam satu atap. Keduanya tidak dapat
mempertahankan biduk rumah tangga dan berakhir dengan sebuah perceraian. Nadira
yang menganggap Niko adalah pria yang tepat dan mampu memahami trauma yang ia
alami, nyatanya salah besar, dirinya seakan-akan kehilangan sesosok yang selalu
ada dalam hidupnya, yaitu Utara Banyu. Pada akhirnya, ia terlambat menyadari
bahwa seseorang yang selama ini ia cintai ialah Utara Banyu, yang telah pergi
dan merelakan perasaan cintanya sejak
dirinya memutuskan menikah dengan Niko.
Ø Analisis Cerpen 9 dari Nadira karya Leila. S Chudori
Dalam Cerpen 9 Dari Nadira karya Leila S.
Chudori mengusung sebuah tema kehidupan
sosial dimana Leila S. Chudori memperlihatkan problematika kehidupan yang
terjadi dalam masyarakat. Mampu mengajak para pembaca untuk menemukan makna
yang tersirat dalam cerpen. Tokoh yang terdapat dalam cerpen 9 dari Nadira
yakini, Nadira Suwandi yang menjadi tokoh utama, Aku, kemudian Utara Banyu, Yu
Nina, Kang Arya, Kemala Yunus, Bramantyo, Niko Latar Tempat bisa di
buktikan Amsterdam, Juli 1957 “Wajahmu berseri ... seperti ...” Bea membetulkan
kondeku dan menjenguk cermin. Jakarta, 1991 Utara memarkir mobil di depan toko
kembang keenam di Jakarta. Latar Waktu
bisa di buktikan : “Kulihat lampu-lampu jalanan sudah lengkap
menerangi jalanan. Pada saat ini, Bram dengan sepedanya tengah membelah malam.
Setelah menerjang angin dingin mencari berita di siang hari, dia akan pulang
sebentar, lalu berangkat lagi ke De Groene Bar hingga dini hari. Alur cerita
dalam cerpen 9 dari Nadira menggunakan alur campuran dimana pada awal
menceritakan Nadira yang menemukan ibunya tewas bunuh diri kemudian berlanjut
menceritakan kehidupan orang tuanya, yaitu Kemala Yunus dan Bramantyo di awal
pernikahannya saat mereka tinggal di Amsterdam. Kemudian kembali lagi dimasa
sekarang menceritakan Nadira yang bekerja sebagai reporter professional dan
pada akhirnya di akhir cerita menceritakan tentang penyesalan Nadira menikah dengan Niko. Leila S. Chudori
mengajak pembaca untuk menemukan kepingan-kepingan puzel kehidupan Nadira.
Mungkin diawal cerita ini terkesan membingungankan bagi pembaca karena
seolah-olah cerita dalam bab cerpen ini melompat-lompat. Sudut pandang Cerpen
ini menggunakan sudut pandang orang pertama yaitu Aku, dimana tokoh utama
Nadira. Amanat yang terkandung dalam cerpen 9 dari Nadira karya Leila S.
Chudori menyadarkan kepada para pembaca bahwasanya segala sesuatu dalam
menjalankan kehidupan duniawi kita tidak boleh putus asa, Tuhan . jangan
menilai seseorang hanya dari covernya saja, apalagi memilih pasangan hidup
harus mengetahui luar dalam, perkerjaan, bobot, bibit, bebet. Segala persoalan
kehidupan pribadi tidak boleh di bawa dalam dunia pekerjaan kita harus
professional.
Ø Komentar
9 Dari Nadira karya Leila. S Chudori
merupakan sekumpulan cerpen yang dijadikan dalam satu buku yang mengulas tuntas
tentang kehidupan Tokoh bernama Nadira. Menceritakan 9 bab kehidupan dan
berbagai problematika kehidupan untuk mengatasi masalah trauma yang tengah
dihadapinta. Cerpen ini mungkin agak emmbingungkan bagi para pembaca awam
karena alurnya yang terkesan melompat-lompat. Namun hal yang dapat di petik
dalam cerpen ini adalah janganlah mengambil jalan terakhir dengan bunuh diri
hanya demi mengakhiri masalah yang tengah dihadapi karena pada dasarnya manusia
akan terus mendapat ujian maslaah dari Tuhan dan mengukur seberapa kuat manusia
dalam mengatasi msalah tersebut. Apabila maslah yang tengah dihadapi dirasa
sulit untuk ditanggung sendiri terbukalah kepada keluarga ataupun orang lain
untuk meringankan beban tersebut. Kemudian hal yang dapat di petik dalam cerpen
ini adalah janganlah mudah mencari pasangan tanpa mencari tahu asal-usul orang
tersebut. Carilah pasangan berdasarkan bobot, bibit, bebet serta kejelasan
pekerjaanya.
Analisisnya bagus
BalasHapus