Resensi Buku Surat Cinta Tanpa Nama

RESENSI BUKU

 




Judul Buku      : Surat Cinta Tanpa Nama

Pengarang       : Pit Sansi

Tahun Terbit    : 2020

Penerbit           : PT Bentang Belia

Tebal Buku      : 227 Halaman

Genre : Roman, Fiksi dewasa muda

ISBN 978-602-430-620-5 (EPUB)    

 

 

 

A.    Sinopsis Buku

Bermula saat Sabrina ingin mengembalikan sebuah surat misterius yang tak sengaja terjatuh kepada cowok kelas XII yang bernama Jovan  selepas acara pensi di sekolahnya. Gadis itu berfikir bahwa surat misterius itu adalah milik Jovan. Namun tanpa ia duga setelah Jovan menerima surat misterius tersebut Jovan langsung mengklaim Sabrina sebagai pacarnya.

 “Kita jadian!”

Sabrina yang mendengar hal itu syok bukan kepalang, dirinya sama sekali tak mengenal Jovan atau bahkan memiliki perasaan lebih untuk cowok itu karena baginya  cowok itu merupakan salah satu murid paling misterius. Sabrina lebih tertarik kepada Arka, Ketua Osis disekolahnya. Baginya, Arka merupakan cowok paling sempurna dan paling diidam-idamkan untuk menjadi pacar. Akibat kejadian di aula setelah pensi itu, Sabrina berusaha untuk menjelaskan kepada Arka, gebetannya sedari dulu yang makin hari makin salah paham dengan hubungannya bersama Jovan.

Dengan berbagai usaha Sabrina lakukan untuk putus dari Jovan. Syarat Jovan hanya satu, jika Sabrina mampu memecahkan soal Matematika yang ia berikan, mereka akan putus.

Bagi Sabrina matematika merupakan musuh terbesarnya, dirinya lemah jika dihadapkan dengan deretan soal yang membuat kepalanya seakan-akan berputar. Akankan Sabrina dapat memecahkan soal yang diberika Jovan dewa Matematika disekolahnya sehingga dirinya dapat lepas dari jeratan hubungan pacaran butuh dari cowok itu?

Semesta seakan tengah bercanda dengan Sabrina. Sekan belum selesai satu masalah, gadis itu mendapat serangan teror yang entah dari mana sumbernya. Mulai dari serangan teror di media sosial sampai kecelakaan yang menimpa dirinya. Dengan usaha yang bulat dirinya berusaha memecahkan soal yang diberikan Jovan dan mencari tau siapa daalang teror yang terus mengganggunya.

 

B.     Hal Yang Didapat Setelah Membaca Novel Surat Cinta Tanpa Nama

 

Buku ini sangat cocok bagi pembaca teenfiction konflik yang diangkat pun sederhana dengan ciri khas yakini teka teki disetiap alurnya yang mmembuat para pembaca penasaran disetiap babnya.  first impression dari covernya saja sudah menarik perhatian ditambah penggambaran setiap pengadeganan yang jelas dan runtut. Tak hanya alur cerita yang menarik, penulis mampu menyisipkan kalimat-kalimat sederhana yang apabila ditelaah memiliki makna dalam contohnya saja dalam beberapa kata dibawah ini, Pit Sansi lihai dalam mengkombinasikan kalimat sedehananya itu dengan ilmu-ilmu Matematika, sehingga menarik ketika dibaca. Berikut kalimat yang menurut saya sangat  menarik : 

"Dua himpunan yang tidak saling berkaitan tidak akan pernah menjadi Relasi."


"Bila kamu adalah pangkal koordinat dalam diagram kartesius, maka aku akan selalu menjadi titik koordinatmu." 


"Jika punya tekad dan kemauan, segala sesuatu akan terasa lebih mudah

untuk dijalani. Jika punya tempat untuk berbagi, soal sesulit apa pun akan terasa mudah untuk diselesaikan."


Dalam  kalimat ini Pit Sansi mengajak dan menyadarkan kepada para pembaca bahwa segala kemauan yang kita inginkan apabila ditekati maka segalanya akan sangat mudah terlebih bahwa ketika kita memiliki tempat atau ruang untuk berbagi maka ujian sesulit apapun yang kita hadapi akan cepat terselesaikan. Sehingga manusia memiliki seseorang tempat untuk bersandar yang dapat dijadikan untuk berkeluh kesah. 

“Ibarat nilai dalam statistika, dia itu adalah nilai yang paling

sering muncul!” 

Pit Sansi mengajak para pembaca untuk menyukai ilmu matematika lewat kalimatnya. Apabila ditelaah lebih dalam nilai yang sering muncul dalam Statistika adalah modus. Sabrina dibuat kebingungan dengan kalimat yang diucapkan Jovan. Apakah Arka mendekatinya hanya modus belaka karena cowok itu penasaran dengan dirinya? Kisah Sabrina dengan Jovan cukup unik. Dimana kehadiran Jovan di hidup Sabrina menjadi pelengkap keseruan dalam buku ini. Penulis mampu membangun kesan matematika menarik dalam buku Surat Cinta Tanpa Nama. Hal ini didukung juga dengan beberapa komentar-komentar para pembaca setelah selesai membaca keseruan buku tersebut.

 

C.    Ringkasan Pengarang


Pit Sansi merupakan perempuan kelahiran Ibukota tepatnya pada 10 Desember 1990. Berhasil menjadi  lulusan sarjana Desain Grafis dan saat ini tengah berupaya menjadi salah satu penulis produktif. Novel Surat Cinta Tanpa Nama telah dibaca lebih dari 1 juta kali disalah satu aplikasi daring membaca. Novel Surat Cinta Tanpa Nama bukanlah novel pertama yang berhasil dibukukan melainkan novel ini menjadi novel ke-6 yang berhasil ia terbitkan. Novel yang berhasil diterbitkan melalui goresan tangan diantaranya : Just Be Mine, My Ice Girl, My Ice Boy, Saga, dan Hello To My Ex.






Kalian dapat menyapa penulis melalui :

Wattpad : pitsansi

IG : pitsansi

Surel : pitsansi@gmail.com


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Puisi Doa Karya Chairil Anwar

RESENSI NOVEL LAUT PASANG 1994

SINOPSIS DAN ANALISIS AYAHKU BUKAN PEMBOHONG KARYA TERE LIYE